Sabtu, 01 Oktober 2016

Rendahnya Kewaspadaan Masyarakat Terhadap Penyakit Kanker

                
      Rendahnyakewaspadaan masyarakat terhadap penyakit kanker. Padahal, kanker semakin menjadi ancaman, termasuk di Negara dan kota – kota khususnya seperti di Indonesia. Masyarakat cenderung tidak menyadari bahaya penyakit kanker: Namun begitu terkena kanker, takut halnya seperti ia di hukum mati dan cepat mudah putus asa. Padahal terkena penyakit kanker bukan berarti hidup selesai. Masyarakat perlu melihat kanker sebagai penyakit lain , dan harus selalu waspada. Macam jenis kanker yang kita waspada , antara lain kanker leher rahim dan payudara pada wanita. Sedangkan pada laki laki , kanker prostat, paru – paru dan tulang.
                
     Menurut orang – orang yang pernah mengalami kanker, menteri kesehatan , yang menderita kanker paru juga. Pada acara ulang tahun Yayasan Kanker Indonesia yang ke 34, kanker termasuk penyakit yang tidak menular yang semakin menjadi ancaman lantaran meningkatnya angka kesakitan , dan kematian. Pada data yang di peroleh riset kesehatan dasar tahun 2007, prevalensi tumor/kanker adalah dari per 1.000 penduduk hanya 4,3%. Kanker merupakan penyebab kematian no 7 dari 5,7% setelah stroke, gangguan perinatal, Hipertensi, diabetes, TBC dan cedera.
                
     Organisasi Kesehatan Dunia memperkira , angka kematian yang terkena penyakit kanker akan meningkat sekitar 45% dari tahun 2007 hingga tahun 2030  dari 7,9 juta menjadi 11,5 juta angka kematian dunia. Masalah yang baru kanker di periode yang sama sudah diperkirakan akan naik drastis dari 11,3 juta menjadi 15,5 juta. Ketua umum Yayasan Kanker Indonesia Adiati Arifin Siregar mengatakan bahwa kanker merupakan penyakit yang dapat menjadi beban yang berat bagi penderita. YKI berkomitmen membantu bagi yang menderita penyakit kanker yang tidak mampu.
               
     Menurut dokter Spesialis Kebidanan dan Jantung dari RSIA Hermina Podomoro , Jakarta, untuk mencegah terjadinya kanker leher rahim pada wanita, harus dilakukan deteksi sejak dini. Deteksi sejak dini dapat dilakukan di puskesmas, dengan biaya yang murah. Jika penyakit ini tidak terdeteksi sejak dini , penyebaran sel kanker akan lebih cepat , yang berujung pada kematian penderita penyakit ini. Kalau sudah stadium lanjut, sulit untuk disembuhkan karena sel kanker sudah menyebar luas ke organ tubuh lain. Seperti ginjal , liver , paru paru, dan kandung kemih. Disamping itu  saat ini juga sudah bisa dilakuka imunisasi bagi wanita untuk kanker leher Rahim.
                
     Imunisasi dapat dilakukan sejak usia sembilan tahun hingga usia lima belas tahun. Lazimnya, imunisai vaksin anti kanker leher rahim dolakukan sebanyak tiga kali seumur hidup. Pola penyuntikan dilakukan dalam jangka waktu enam bulan. Jarak penyuntikan pertama dan kedua bisa sebulan , sementara imunisasi ketiga pada bulan ke enam. Imunisasi ini sudah dilakukan di rumah sakit, klinik, atau pusat imunisasi yang menyediakan jasa penyuntikan vaksin anti kanker leher rahim tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar