Rendahnyakewaspadaan masyarakat terhadap penyakit kanker. Padahal, kanker semakin
menjadi ancaman, termasuk di Negara dan kota – kota khususnya seperti di
Indonesia. Masyarakat cenderung tidak menyadari bahaya penyakit kanker: Namun
begitu terkena kanker, takut halnya seperti ia di hukum mati dan cepat mudah
putus asa. Padahal terkena penyakit kanker bukan berarti hidup selesai.
Masyarakat perlu melihat kanker sebagai penyakit lain , dan harus selalu
waspada. Macam jenis kanker yang kita waspada , antara lain kanker leher rahim
dan payudara pada wanita. Sedangkan pada laki laki , kanker prostat, paru –
paru dan tulang.
Menurut
orang – orang yang pernah mengalami kanker, menteri kesehatan , yang menderita
kanker paru juga. Pada acara ulang tahun Yayasan Kanker Indonesia yang ke 34,
kanker termasuk penyakit yang tidak menular yang semakin menjadi ancaman
lantaran meningkatnya angka kesakitan , dan kematian. Pada data yang di peroleh
riset kesehatan dasar tahun 2007, prevalensi tumor/kanker adalah dari per 1.000
penduduk hanya 4,3%. Kanker merupakan penyebab kematian no 7 dari 5,7% setelah
stroke, gangguan perinatal, Hipertensi, diabetes, TBC dan cedera.
Organisasi
Kesehatan Dunia memperkira , angka kematian yang terkena penyakit kanker akan
meningkat sekitar 45% dari tahun 2007 hingga tahun 2030 dari 7,9 juta menjadi 11,5 juta angka
kematian dunia. Masalah yang baru kanker di periode yang sama sudah
diperkirakan akan naik drastis dari 11,3 juta menjadi 15,5 juta. Ketua umum
Yayasan Kanker Indonesia Adiati Arifin Siregar mengatakan bahwa kanker
merupakan penyakit yang dapat menjadi beban yang berat bagi penderita. YKI
berkomitmen membantu bagi yang menderita penyakit kanker yang tidak mampu.
Menurut
dokter Spesialis Kebidanan dan Jantung dari RSIA Hermina Podomoro , Jakarta,
untuk mencegah terjadinya kanker leher rahim pada wanita, harus dilakukan
deteksi sejak dini. Deteksi sejak dini dapat dilakukan di puskesmas, dengan
biaya yang murah. Jika penyakit ini tidak terdeteksi sejak dini , penyebaran
sel kanker akan lebih cepat , yang berujung pada kematian penderita penyakit
ini. Kalau sudah stadium lanjut, sulit untuk disembuhkan karena sel kanker
sudah menyebar luas ke organ tubuh lain. Seperti ginjal , liver , paru paru,
dan kandung kemih. Disamping itu saat
ini juga sudah bisa dilakuka imunisasi bagi wanita untuk kanker leher Rahim.
Imunisasi
dapat dilakukan sejak usia sembilan tahun hingga usia lima belas tahun.
Lazimnya, imunisai vaksin anti kanker leher rahim dolakukan sebanyak tiga kali
seumur hidup. Pola penyuntikan dilakukan dalam jangka waktu enam bulan. Jarak
penyuntikan pertama dan kedua bisa sebulan , sementara imunisasi ketiga pada
bulan ke enam. Imunisasi ini sudah dilakukan di rumah sakit, klinik, atau pusat
imunisasi yang menyediakan jasa penyuntikan vaksin anti kanker leher rahim
tersebut.







0 komentar:
Posting Komentar